Proyek Jembatan Gantung Sungai Raya Rp6,52 Miliar Disorot, Dugaan Intervensi hingga Upah Pekerja Dipertanyakan

- Pewarta

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bengkayang, tipikorkpk.com — Pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan nilai kontrak sekitar Rp6,524 miliar, menjadi sorotan. Sejumlah informasi dan keluhan yang beredar di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai proses pelaksanaan pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, hingga pembayaran hak para pekerja.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan pembangunan jembatan gantung dengan panjang sekitar 40 meter yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026. Pelaksana pekerjaan tercantum CV. Berkat Darmawan, dengan pengawasan yang melibatkan satuan kerja di lingkungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat.

Namun, di balik nilai proyek miliaran rupiah tersebut, muncul sejumlah dugaan yang membutuhkan verifikasi dan klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait.

Dugaan Intervensi dalam Pelaksanaan Proyek

Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan adanya intervensi atau arahan tertentu dalam pelaksanaan pekerjaan yang dikaitkan dengan aspirasi anggota DPR RI.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya pihak tertentu yang diduga mengatasnamakan aspirasi tersebut dan mengarahkan pekerjaan kepada pihak lain. Jika informasi itu benar, tentu menjadi pertanyaan serius: apakah proses pengadaan telah berjalan secara independen sesuai ketentuan, atau terdapat arahan di luar mekanisme pengadaan?

Pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka karena proyek menggunakan anggaran negara dan menyangkut kepentingan masyarakat.

Hingga informasi ini disusun, dugaan tersebut masih merupakan informasi yang perlu dibuktikan. Karena itu, klarifikasi dari BPJN Kalimantan Barat, Satker, PPK, maupun pihak terkait lainnya menjadi penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Kualitas Pekerjaan Ikut Dipertanyakan

Selain persoalan proses pelaksanaan, kondisi teknis pekerjaan juga menjadi sorotan.

Sejumlah informasi dari lapangan mempertanyakan metode pengerjaan dan peralatan yang digunakan, termasuk dugaan bahwa proses pencampuran beton dilakukan secara manual.

Jika benar terdapat ketidaksesuaian antara peralatan atau metode pelaksanaan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis, maka hal tersebut perlu diperiksa secara objektif oleh pihak berwenang.

Apakah seluruh pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi kontrak? Apakah mutu material dan campuran beton telah melalui pengujian sebagaimana dipersyaratkan?

Jawaban atas pertanyaan tersebut seharusnya dapat dibuktikan melalui dokumen teknis, hasil pengujian mutu, laporan pengawasan, serta pemeriksaan langsung di lapangan.

Upah Pekerja Juga Jadi Perhatian

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah informasi mengenai dugaan belum dibayarkannya upah sejumlah pekerja.

Apabila benar terdapat pekerja yang belum menerima haknya, persoalan tersebut perlu segera mendapatkan penyelesaian dari pihak pelaksana. Proyek yang menggunakan uang negara tidak hanya dituntut selesai secara fisik, tetapi juga harus dikelola secara tertib dan bertanggung jawab.

Publik Minta Proyek Diawasi Secara Terbuka

Masyarakat meminta aparat pengawasan dan pihak berwenang tidak hanya melihat laporan administratif, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik pekerjaan.

Baca Juga :  Vicky Lumentut Komut Bank Sulut-Go Kunjungi Cabang Langowan Perkuat Sinergi dan Kenal Pegawai dan Staf.

Beberapa hal yang dinilai perlu diperiksa antara lain:

  • Kesesuaian pekerjaan dengan dokumen kontrak;
  • Spesifikasi dan mutu material;
  • Metode serta peralatan yang digunakan;
  • Hasil pengujian mutu konstruksi;
  • Proses pengadaan dan pelaksanaan kontrak;
  • Pembayaran kepada pekerja;
  • Serta seluruh dokumen pendukung penggunaan anggaran.

Publik juga meminta pihak BPJN Kalimantan Barat memberikan penjelasan mengenai isu dugaan arahan atau intervensi yang dikaitkan dengan aspirasi pihak tertentu.

Proyek Negara Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Sorotan terhadap proyek Jembatan Gantung Sungai Raya bukan semata-mata soal siapa yang mengerjakan, melainkan menyangkut bagaimana uang negara digunakan dan apakah hasil pembangunan benar-benar memenuhi standar keselamatan serta kebutuhan masyarakat.

Karena itu, setiap dugaan penyimpangan seharusnya diuji melalui pemeriksaan dan bukti, bukan sekadar berdasarkan informasi yang beredar.

Jika pekerjaan telah sesuai kontrak, mutu terpenuhi, proses pengadaan berjalan independen, dan seluruh hak pekerja telah dibayarkan, maka klarifikasi resmi akan menjadi jawaban penting bagi masyarakat. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkannya sesuai ketentuan hukum.

Dana publik membutuhkan transparansi. Proyek miliaran rupiah membutuhkan pengawasan. Dan keselamatan masyarakat tidak boleh dikompromikan.

Redaksi

Follow WhatsApp Channel tipikorkpk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerusakan Jalan Kampung Melayu di Perumahan Harapan Jaya Makin Parah
TERTANGKAP CCTV SALAH SALURKAN DANA PROPOSAL BOBROKNYA SOP DAN TANGGUNG JAWAB KANTOR DISPENDA KABUPATEN KARIMUN DIPERTANYAKAN
Propam Polres Karimun Sisir THM, Pastikan Disiplin Personel Terjaga
Fashion Girly Pink Hadir di Kawasan Pasar Teluk Uma, Tawarkan Beragam Pilihan Busana Wanita
DPD KPK RI Jawa Barat Soroti Pemotongan Dana Desa Untuk Pembangunan Gedung KDMP Pada Desa yang Belum Miliki Lahan
Polda Sulut Bongkar Jaringan Narkotika, 110 Paket Sabu Disita dan Enam Pelaku Diamankan
Polda Sulut dan Jajaran Gelar Operasi Patuh Klabat 2026, Tekankan Kamseltibcarlantas dan Budaya Tertib Berlalu Lintas
SR NTB ke ESDM NTB, Pertanyakan Realisasi PPM PT AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:43 WIB

Kerusakan Jalan Kampung Melayu di Perumahan Harapan Jaya Makin Parah

Minggu, 1 November 2026 - 13:39 WIB

TERTANGKAP CCTV SALAH SALURKAN DANA PROPOSAL BOBROKNYA SOP DAN TANGGUNG JAWAB KANTOR DISPENDA KABUPATEN KARIMUN DIPERTANYAKAN

Minggu, 1 November 2026 - 13:19 WIB

Propam Polres Karimun Sisir THM, Pastikan Disiplin Personel Terjaga

Minggu, 1 November 2026 - 13:16 WIB

Fashion Girly Pink Hadir di Kawasan Pasar Teluk Uma, Tawarkan Beragam Pilihan Busana Wanita

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:49 WIB

DPD KPK RI Jawa Barat Soroti Pemotongan Dana Desa Untuk Pembangunan Gedung KDMP Pada Desa yang Belum Miliki Lahan

Berita Terbaru