Kejurnas Pacuan Kuda IHR Pecah Rekor Gubernur Bupati dan Ribuan Masyarakat Terkumpul Turut Meramaikan Aryo Djojohadikusumo.

- Pewarta

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Minahasa, tipikorkpk.com –  Gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (24/10/2026), menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga berkuda nasional sekaligus mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penghasil kuda pacu unggulan di Tanah Air.

Kejuaraan bergengsi yang mempertemukan pemilik kuda, pengelola stable, joki, serta komunitas olahraga berkuda dari berbagai daerah ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Aryo Djojohadikusumo.
Pelaksanaan Kejurnas di Tompaso menjadi catatan tersendiri bagi perkembangan olahraga pacuan kuda nasional. Setelah lebih dari satu dekade tidak menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan nasional, Tompaso kembali dipercaya sebagai tuan rumah ajang berskala nasional yang menyedot perhatian para pencinta olahraga berkuda.
Kehadiran peserta dari berbagai provinsi membuktikan bahwa gelanggang pacuan kuda Maesa Tompaso masih memiliki daya tarik kuat dan potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu pusat olahraga berkuda di Indonesia.
MIMPI DUA TAHUN AKHIRNYA TERWUJUD
Dalam sambutannya, Aryo Djojohadikusumo mengungkapkan rasa syukur karena kejuaraan nasional pacuan kuda akhirnya dapat kembali digelar di Tompaso, Sulawesi Utara.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Kejurnas di daerah tersebut merupakan salah satu impian yang ingin diwujudkan sejak dirinya menjabat sebagai Ketua Umum PP Pordasi periode 2024–2028.

Setelah melalui berbagai proses dan persiapan, keinginan tersebut akhirnya terealisasi pada Oktober 2026.

Sudah dua tahun sejak saya menjabat sebagai ketua umum, dan puji Tuhan hari ini tersampaikan juga mimpi untuk menyelenggarakan kejuaraan nasional di Tompaso, Sulawesi Utara, ungkap Aryo.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya memberikan kesempatan kepada daerah-daerah yang memiliki tradisi dan potensi olahraga berkuda untuk menjadi tuan rumah kompetisi nasional.
Tompaso bukan sekadar lokasi perlombaan, melainkan daerah yang memiliki hubungan erat dengan perkembangan peternakan dan pacuan kuda. Tradisi tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem olahraga berkuda yang berkelanjutan.
Kembalinya Kejurnas ke Tompaso diharapkan mampu membangkitkan semangat para peternak, pemilik kuda, joki, serta generasi muda yang ingin berkarier di dunia pacuan kuda.

DIIKUTI PESERTA DARI 14 PROVINSI
Kejurnas Pacuan Kuda Tompaso tahun ini diikuti pemilik kuda dan stable dari 14 provinsi di Indonesia.
Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Sulawesi Utara hingga sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. Keberagaman peserta tersebut menunjukkan bahwa olahraga pacuan kuda terus berkembang dan memiliki basis penggemar serta pelaku yang tersebar di berbagai daerah.
Aryo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berkompetisi di Tompaso.

Menurutnya, partisipasi dari berbagai provinsi menjadi bukti bahwa penyelenggaraan Kejurnas memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi terus berkembang pada masa mendatang.
Lebih dari sekadar persaingan untuk meraih kemenangan, kejuaraan ini menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku olahraga berkuda untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, serta meningkatkan kualitas pembinaan.
Kehadiran peserta lintas daerah juga memberikan peluang bagi Sulawesi Utara untuk memperkenalkan potensi peternakan kuda lokal kepada masyarakat olahraga berkuda dari seluruh Indonesia.
LEBIH DARI 60 PERSEN KUDA YANG TAMPIL LAHIR DI SULAWESI UTARA
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Kejurnas kali ini adalah besarnya kontribusi kuda kelahiran Sulawesi Utara yang mengikuti perlombaan.
Aryo menyebutkan bahwa meskipun peserta datang dari 14 provinsi, lebih dari 60 persen kuda yang hadir dalam kejuaraan tersebut merupakan kuda kelahiran Tompaso dan daerah lain di Sulawesi Utara.
“Meskipun yang hadir 14 provinsi, lebih dari 60 persen kuda yang hadir di sini semuanya kelahiran Tompaso, kelahiran Sulawesi Utara,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi pengakuan penting terhadap kontribusi daerah ini dalam menopang perkembangan olahraga pacuan kuda nasional.

Baca Juga :  Sat Polairud Polres Bangka Berikan Teguran Keras Kepada Penambangan Timah ilegal di Dermaga Ciu

Keunggulan tersebut tidak terlepas dari peran para peternak lokal yang terus melakukan pemeliharaan, pembibitan, dan pengembangan kuda pacu. Di sisi lain, pengalaman para pemilik stable serta keterlibatan joki dan pelatih turut membentuk tradisi pacuan kuda yang telah dikenal masyarakat.
Besarnya persentase kuda kelahiran Sulawesi Utara yang tampil dalam kejuaraan nasional juga memperlihatkan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui sektor peternakan dan olahraga.

Apabila dibina secara konsisten, potensi tersebut dapat membuka kesempatan bagi peternak lokal untuk meningkatkan kualitas kuda, memperluas pasar, serta memperkenalkan hasil pembibitan mereka kepada pemilik kuda dari berbagai daerah.
Karena itu, dukungan terhadap peternak dan pelaku olahraga berkuda di Sulawesi Utara menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi daerah.
PP PORDASI DORONG PENGUATAN PETERNAK DAN STABLE LOKAL
Aryo menegaskan bahwa perkembangan olahraga berkuda nasional tidak dapat dipisahkan dari kontribusi Sulawesi Utara.
Ia menyampaikan dukungan kepada para peternak, pemilik kuda, dan pengelola stable di daerah tersebut agar terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan pacuan kuda ke depan perlu memberikan ruang yang lebih besar bagi peternak dari seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara dan peserta perlombaan, tetapi juga oleh masyarakat yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonominya pada peternakan dan olahraga berkuda.
Penguatan pembinaan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas bibit kuda, pengembangan kemampuan joki, pelatihan tenaga pendukung, hingga pembentukan generasi baru pemilik kuda.
Langkah tersebut dinilai penting agar Sulawesi Utara tidak hanya dikenal sebagai daerah penyelenggara pacuan kuda, tetapi juga sebagai salah satu daerah yang berkontribusi terhadap pasokan kuda pacu berkualitas di Indonesia.
Dukungan terhadap peternak lokal juga diharapkan mampu mendorong lahirnya investasi baru di sektor olahraga berkuda, termasuk pengembangan stable profesional dan peningkatan standar pemeliharaan kuda.

RENCANA TREK PACUAN KUDA INTERNASIONAL DAN PERAN STRATEGIS SULUT
Dalam kesempatan tersebut, Aryo turut menyinggung program Pordasi untuk membangun trek pacuan kuda berstandar internasional di Jakarta.

Namun, ia menegaskan bahwa pengembangan olahraga berkuda nasional tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan daerah yang memiliki potensi besar dalam pembibitan dan pengembangan kuda pacu, termasuk Sulawesi Utara.
Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa pembangunan fasilitas olahraga di tingkat nasional harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya di daerah.
Trek pacuan kuda yang memadai memang penting untuk meningkatkan kualitas kompetisi.

Akan tetapi, ketersediaan kuda berkualitas, joki berpengalaman, pelatih profesional, peternak yang kompeten, serta sistem pembinaan yang berkelanjutan juga menjadi unsur penting dalam membangun prestasi.
Dalam konteks tersebut, Tompaso memiliki peluang untuk terus berperan sebagai salah satu kawasan penting dalam ekosistem pacuan kuda Indonesia.
Pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas penyelenggaraan, serta pembinaan generasi muda dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Sulawesi Utara dalam peta olahraga berkuda nasional.

GUBERNUR SULUT HADIR, PEMERINTAH DAERAH DIHARAPKAN PERKUAT FASILITAS
Pembukaan Kejurnas Pacuan Kuda di Tompaso turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Kehadiran gubernur menjadi bagian penting dari dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala nasional di Sulawesi Utara.
Aryo menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan gubernur sangat luar biasa. Ia juga menyebut adanya dukungan yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk pengembangan fasilitas olahraga di Tompaso, Manado, dan wilayah Sulawesi Utara lainnya.

Baca Juga :  KETUA DAN SEKRETARIS DPD PSI KABUPATEN NIAS UTARA DIPANGGIL KE DPW SUMUT, TERIMA MANDAT RESMI

Dukungan pemerintah diharapkan dapat membuka peluang peningkatan sarana dan prasarana olahraga berkuda, sehingga kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara lebih teratur dan profesional.
Selain menunjang kompetisi, keberadaan fasilitas yang memadai juga berpotensi mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui kunjungan peserta, pemilik kuda, pendamping, dan penonton dari luar daerah.

Bagi Kabupaten Minahasa, penyelenggaraan Kejurnas ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat citra Tompaso sebagai kawasan yang memiliki tradisi dan kemampuan dalam olahraga pacuan kuda.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, Pordasi, peternak, pemilik stable, dan komunitas olahraga diharapkan mampu menghasilkan program pembinaan yang berkesinambungan.

HARGA KUDA MENINGKAT, ANTUSIASME PELAKU PACUAN KUDA TERUS BERTUMBUH
Selain menyoroti kontribusi Sulawesi Utara, Aryo juga mengungkapkan bahwa harga kuda di berbagai daerah mengalami peningkatan yang signifikan.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi salah satu indikasi meningkatnya minat terhadap olahraga pacuan kuda dan bertambahnya antusiasme pemilik baru.
Ia juga menyebut jumlah peserta yang hadir dalam Kejurnas Tompaso kali ini dilaporkan memecahkan rekor.
Peningkatan partisipasi tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga berkuda nasional. Semakin banyaknya pihak yang tertarik terlibat dapat membuka peluang bagi pembinaan atlet, pengembangan peternakan, serta peningkatan kualitas kompetisi.
Meski demikian, pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan yang profesional, perhatian terhadap kesejahteraan kuda, keselamatan joki, dan penerapan aturan pertandingan yang konsisten.
Dengan tata kelola yang baik, olahraga pacuan kuda diharapkan mampu berkembang bukan hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai cabang olahraga yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi.
TOMPASO BERPELUANG MENJADI PUSAT PENGEMBANGAN PACUAN KUDA
Keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas Pacuan Kuda di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso memperlihatkan besarnya potensi yang dimiliki Sulawesi Utara.

Perpaduan antara tradisi peternakan, pengalaman para pelaku pacuan kuda, dukungan pemerintah, dan keterlibatan peserta dari berbagai provinsi menjadi modal penting bagi pengembangan olahraga ini.
Apabila potensi tersebut dikelola melalui pembinaan yang terarah, Tompaso berpeluang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kegiatan pacuan kuda nasional.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengembangan olahraga tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga membutuhkan investasi pada sumber daya manusia, kualitas bibit, fasilitas, dan keberlanjutan ekosistem olahraga.
Bagi masyarakat Minahasa dan Sulawesi Utara, besarnya kontribusi kuda kelahiran daerah sendiri menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas dan reputasi peternakan lokal.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi olahraga, peternak, pemilik stable, joki, pelatih, dan masyarakat, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional.

KOMITMEN MEMBANGUN MASA DEPAN PACUAN KUDA INDONESIA
Menutup keterangannya, Aryo berharap perkembangan olahraga pacuan kuda di Indonesia dapat terus meningkat dan penyelenggaraan kejuaraan pada masa mendatang berlangsung lebih besar.
Antusiasme peserta dalam Kejurnas Tompaso menjadi salah satu modal untuk memperluas pembinaan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi.

Olahraganya makin berkembang. Yang hadir ini saya dengar pecah rekor, sehingga ke depannya bisa lebih besar lagi,” pungkasnya.
Penyelenggaraan Kejurnas Pacuan Kuda di Tompaso pada akhirnya bukan hanya tentang persaingan memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, ajang ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan, memberikan ruang bagi peternak lokal, serta membangun masa depan olahraga berkuda Indonesia dengan melibatkan potensi daerah.
Sulawesi Utara kini memiliki kesempatan untuk terus membuktikan kontribusinya, bukan semata-mata sebagai tuan rumah kejuaraan, melainkan sebagai salah satu daerah penting dalam pengembangan kuda pacu dan olahraga berkuda nasional

(Andreano)

Follow WhatsApp Channel tipikorkpk.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kerusakan Jalan Kampung Melayu di Perumahan Harapan Jaya Makin Parah
TERTANGKAP CCTV SALAH SALURKAN DANA PROPOSAL BOBROKNYA SOP DAN TANGGUNG JAWAB KANTOR DISPENDA KABUPATEN KARIMUN DIPERTANYAKAN
Propam Polres Karimun Sisir THM, Pastikan Disiplin Personel Terjaga
Fashion Girly Pink Hadir di Kawasan Pasar Teluk Uma, Tawarkan Beragam Pilihan Busana Wanita
DPD KPK RI Jawa Barat Soroti Pemotongan Dana Desa Untuk Pembangunan Gedung KDMP Pada Desa yang Belum Miliki Lahan
Polda Sulut Bongkar Jaringan Narkotika, 110 Paket Sabu Disita dan Enam Pelaku Diamankan
Polda Sulut dan Jajaran Gelar Operasi Patuh Klabat 2026, Tekankan Kamseltibcarlantas dan Budaya Tertib Berlalu Lintas
SR NTB ke ESDM NTB, Pertanyakan Realisasi PPM PT AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:43 WIB

Kerusakan Jalan Kampung Melayu di Perumahan Harapan Jaya Makin Parah

Minggu, 1 November 2026 - 13:39 WIB

TERTANGKAP CCTV SALAH SALURKAN DANA PROPOSAL BOBROKNYA SOP DAN TANGGUNG JAWAB KANTOR DISPENDA KABUPATEN KARIMUN DIPERTANYAKAN

Minggu, 1 November 2026 - 13:19 WIB

Propam Polres Karimun Sisir THM, Pastikan Disiplin Personel Terjaga

Minggu, 1 November 2026 - 13:16 WIB

Fashion Girly Pink Hadir di Kawasan Pasar Teluk Uma, Tawarkan Beragam Pilihan Busana Wanita

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:49 WIB

DPD KPK RI Jawa Barat Soroti Pemotongan Dana Desa Untuk Pembangunan Gedung KDMP Pada Desa yang Belum Miliki Lahan

Berita Terbaru